Senin, 14 Januari 2013

Feature Olah Data


Alzheimer, Gangguan pada Saraf Otak   
Jika Anda atau salah seorang keluarga Anda ada yang mengalami kesulitan dalam mengingat, menilai dan berpikir, sebaiknya segera periksa ke dokter. Bisa jadi Anda menderita Alzheimer.

Apa itu Alzheimer? Penyakit Alzheimer adalah suatu keadaan saat sejumlah sel-sel saraf di otak mati yang mengakibatkan sinyal-sinyal otak sulit tersalurkan dengan baik. Alzheimer adalah bentuk paling umum dari demensia (sindrom yang terdiri dari sejumlah gejala yang termasuk kehilangan memori, penilaian dan penalaran, dan perubahan suasana hati, perilaku dan kemampuan komunikasi). Masalah-masalah yang dihadapi oleh orang yang mengalami penyakit Alzheimer adalah ingatan, penilaian, dan berpikir yang membuat sulit bagi penderita untuk bekerja atau mengambil bagian dalam kehidupan sehari-hari. Gejala penyakit Alzheimer sulit dikenali sejak dini. Banyak orang yang tidak memperhatikan gejala penyakit ini. Kebanyakan anggota keluarga terlambat menyadari adanya gejala Alzheimer pada anggota ataupun rekan mereka.
Penyakit Alzheimer biasanya dimulai pada usia lanjut, namun ada juga yang dimulai sejak usia 30-an. Perkembangan Alzheimer biasanya berlangsung perlahan-lahan, bisa mencapai dua puluh tahun dari sejak diagnosis sampai kematian (rata-rata delapan tahun). Namun, pada beberapa kasus perkembangannya berlangsung pesat dan akut.
Menurut Dr Alois Alzheimer, yang pertama kali mengindentifikasi penyakit ini, menyatakan bahwa yang menyebabkan Alzheimer yaitu banyaknya deposit padat kecil yang tersebar di seluruh otak sehingga menjadi racun bagi sel-sel otak dan kekusutan yang mengganggu proses vital sel-sel hidup. Sel-sel otak menyusut dan mati sehingga volume otak berkurang tajam di beberapa daerah. Penyusutan ini terus berlanjut dari waktu ke waktu sehingga mempengaruhi kemampuan otak.

Gejala Alzheimer
Untuk memastikan lebih lanjut apakah Anda atau salah seorang keluarga Anda terkena Alzheimer, terdapat sepuluh gejala penyakit tersebut. Kehilangan memori bertahap. Jika Anda sesekali lupa dengan janji atau nama orang kemudian mengingatnya lagi itu merupakan sesuatu yang nomal. Tetapi menjadi tidak normal apabila terlalu sering lupa dengan hal-hal seperti itu dan tidak mengingatnya kembali, terutama bila baru terjadi. Sesuatu yang tidak normal inilah yang terjadi pada penderita Alzheimer. Kesulitan melaksanakan tugas rutin. Sulit mengerjakan kebiasaan sehari-hari, seperti makan, mandi, berpakian,dll. Gangguan penilaian. Kesulitan menilai situasi, misalnya mengenakan pakaian tebal di hari yang panas. Disorientasi ruang dan waktu. Sering lupa dengan waktu dan mudah tersesat. Ketika berjalan, penderita tidak tahu bagaimana sampai di sana dan caranya pulang ke rumah. Masalah dengan bahasa. Lupa dengan kata-kata sederhana atau pengganti sehingga kalimatnya sulit dimengerti. Masalah dengan pemikiran abstrak. Memiliki kesulitan yang signifikan dengan tugas-tugas yang bersifat abstrak seperti menghitung uang. Salah menaruh barang. Meletakkan sesuatu di tempat yang tidak semestinya seperti baju di kulkas atau kacamata di cangkir kopi. Perubahan suasana hati dan perilaku. Memperlihatkan perubahan suasana hati yang bervariasi dari tenang menjadi menangis atau marah tanpa alasan yang jelas. Perubahan kepribadian. Mudah bingung, khawatir, curiga atau menarik diri dari pergaulan, bersikap apatis, atau bertindak di luar karakternya. Dua pertiga penderitanya mengalami gejala depresi dan sekitar 20% menunjukkan agresi, terutama pada pasien laki-laki. Mereka juga dapat mengalami halusinasi, delusi (keyakinan palsu) dan paranoid. Kehilangan motivasi atau inisiatif. Menjadi sangat pasif dan memerlukan isyarat dan dorongan untuk terlibat.

Diagnosis dan Tindakan untuk Mengurangi risiko
            Tidak seperti penyakit rematik atau asam urat yang dapat ditangani secara khusus oleh ahli tematologi atau penyakit jantung oleh ahli jantung. Penyakit Alzheimer tidak memiliki dokter yang mengkhususkan diri dalam perawatannya. Anda dapat mengunjungi dokter umum atau internis menyangkut masalah yang dihadapi. Untuk masalah yang perlu penanganan ahli, dokter umum dapat merujuk pasien ke salah satu spesialis seperti, ahli saraf (mengkhususkan diri dalam penyakit pada sistem otak dan saraf), psikiater (mengkhususkan diri dalam gangguan yang memengaruhi suasana hati atau cara kerja pikiran), dan psikolog (mengkhususkan diri dalam pengujian memori, konsentrasi, pemecahan masalah, kemampuan bahasa dan fungsi mental lainnya). Tidak ada tes tunggal untuk mendiagnosis Alzheimer. Pemeriksaan medis dilakukan untuk mengevaluasi kesehatan secara keseluruhan dan mengidentifikasi setiap kondisi yang dapat memengaruhi kemampuan otak.
Hingga saat ini belum ditemukan perawatan, obat-obatan, atau pil yang bisa mencegah penyakit Alzheimer, tetapi banyak orang dapat mengambil beberapa tindakan yang dapat mengurangi risiko penyakit Alzheimer. Tindakan tersebut yaitu menurunkan kolesterol dan tingkat homocysteine, menurunkan tingkat tekanan darah tinggi, memeriksa kadar gula dalam darah, berolahraga secara rutin, terlibat dalam kegiatan yang merangsang pikiran, dan melakukan diet sehat. Saat ini tidak ada perawatan yang dapat menghentikan perkembangan penyakit Alzheimer, tetapi Anda (penderita) dapat mengambil tindakan cepat untuk mengurangi risiko penyakit tersebut.
Ya, itulah Alzheimer, gangguan pada saraf otak sehingga mengakibatkan kesulitan dalam mengingat dan berpikir. Kenali gejalanya dan segeralah ambil tindakan cepat untuk megurangi risiko penyakit tersebut.