Alzheimer, Gangguan pada Saraf Otak
Jika Anda atau salah
seorang keluarga Anda ada yang mengalami kesulitan dalam mengingat, menilai dan
berpikir, sebaiknya segera periksa ke dokter. Bisa jadi Anda menderita
Alzheimer.
Apa itu Alzheimer?
Penyakit Alzheimer adalah suatu keadaan saat sejumlah sel-sel saraf di otak
mati yang mengakibatkan sinyal-sinyal otak sulit tersalurkan dengan baik.
Alzheimer adalah bentuk paling umum dari demensia (sindrom yang terdiri dari
sejumlah gejala yang termasuk kehilangan memori, penilaian dan penalaran, dan
perubahan suasana hati, perilaku dan kemampuan komunikasi). Masalah-masalah
yang dihadapi oleh orang yang mengalami penyakit Alzheimer adalah ingatan,
penilaian, dan berpikir yang membuat sulit bagi penderita untuk bekerja atau
mengambil bagian dalam kehidupan sehari-hari. Gejala penyakit Alzheimer sulit
dikenali sejak dini. Banyak orang yang tidak memperhatikan gejala penyakit ini.
Kebanyakan anggota keluarga terlambat menyadari adanya gejala Alzheimer pada
anggota ataupun rekan mereka.
Penyakit Alzheimer biasanya
dimulai pada usia lanjut, namun ada juga yang dimulai sejak usia 30-an.
Perkembangan Alzheimer biasanya berlangsung perlahan-lahan, bisa mencapai dua
puluh tahun dari sejak diagnosis sampai kematian (rata-rata delapan tahun).
Namun, pada beberapa kasus perkembangannya berlangsung pesat dan akut.
Menurut Dr Alois
Alzheimer, yang pertama kali mengindentifikasi penyakit ini, menyatakan bahwa
yang menyebabkan Alzheimer yaitu banyaknya deposit padat kecil yang tersebar di
seluruh otak sehingga menjadi racun bagi sel-sel otak dan kekusutan yang
mengganggu proses vital sel-sel hidup. Sel-sel otak menyusut dan mati sehingga
volume otak berkurang tajam di beberapa daerah. Penyusutan ini terus berlanjut
dari waktu ke waktu sehingga mempengaruhi kemampuan otak.
Gejala Alzheimer
Untuk memastikan lebih
lanjut apakah Anda atau salah seorang keluarga Anda terkena Alzheimer, terdapat
sepuluh gejala penyakit tersebut. Kehilangan
memori bertahap. Jika Anda sesekali lupa dengan janji atau nama orang
kemudian mengingatnya lagi itu merupakan sesuatu yang nomal. Tetapi menjadi
tidak normal apabila terlalu sering lupa dengan hal-hal seperti itu dan tidak
mengingatnya kembali, terutama bila baru terjadi. Sesuatu yang tidak normal
inilah yang terjadi pada penderita Alzheimer. Kesulitan melaksanakan tugas rutin. Sulit mengerjakan kebiasaan
sehari-hari, seperti makan, mandi, berpakian,dll. Gangguan penilaian. Kesulitan menilai situasi, misalnya mengenakan
pakaian tebal di hari yang panas. Disorientasi
ruang dan waktu. Sering lupa dengan waktu dan mudah tersesat. Ketika
berjalan, penderita tidak tahu bagaimana sampai di sana dan caranya pulang ke
rumah. Masalah dengan bahasa. Lupa
dengan kata-kata sederhana atau pengganti sehingga kalimatnya sulit dimengerti.
Masalah dengan pemikiran abstrak.
Memiliki kesulitan yang signifikan dengan tugas-tugas yang bersifat abstrak
seperti menghitung uang. Salah menaruh
barang. Meletakkan sesuatu di tempat yang tidak semestinya seperti baju di
kulkas atau kacamata di cangkir kopi. Perubahan
suasana hati dan perilaku. Memperlihatkan perubahan suasana hati yang
bervariasi dari tenang menjadi menangis atau marah tanpa alasan yang jelas. Perubahan kepribadian. Mudah bingung,
khawatir, curiga atau menarik diri dari pergaulan, bersikap apatis, atau bertindak
di luar karakternya. Dua pertiga penderitanya mengalami gejala depresi dan
sekitar 20% menunjukkan agresi, terutama pada pasien laki-laki. Mereka juga
dapat mengalami halusinasi, delusi (keyakinan palsu) dan paranoid. Kehilangan motivasi atau inisiatif.
Menjadi sangat pasif dan memerlukan isyarat dan dorongan untuk terlibat.
Diagnosis dan Tindakan untuk Mengurangi
risiko
Tidak
seperti penyakit rematik atau asam urat yang dapat ditangani secara khusus oleh
ahli tematologi atau penyakit jantung oleh ahli jantung. Penyakit Alzheimer
tidak memiliki dokter yang mengkhususkan diri dalam perawatannya. Anda dapat
mengunjungi dokter umum atau internis menyangkut masalah yang dihadapi. Untuk
masalah yang perlu penanganan ahli, dokter umum dapat merujuk pasien ke salah
satu spesialis seperti, ahli saraf (mengkhususkan diri dalam penyakit pada
sistem otak dan saraf), psikiater (mengkhususkan diri dalam gangguan yang
memengaruhi suasana hati atau cara kerja pikiran), dan psikolog (mengkhususkan
diri dalam pengujian memori, konsentrasi, pemecahan masalah, kemampuan bahasa
dan fungsi mental lainnya). Tidak ada tes tunggal untuk mendiagnosis Alzheimer.
Pemeriksaan medis dilakukan untuk mengevaluasi kesehatan secara keseluruhan dan
mengidentifikasi setiap kondisi yang dapat memengaruhi kemampuan otak.
Hingga saat ini belum
ditemukan perawatan, obat-obatan, atau pil yang bisa mencegah penyakit
Alzheimer, tetapi banyak orang dapat mengambil beberapa tindakan yang dapat
mengurangi risiko penyakit Alzheimer. Tindakan tersebut yaitu menurunkan
kolesterol dan tingkat homocysteine, menurunkan tingkat tekanan darah tinggi,
memeriksa kadar gula dalam darah, berolahraga secara rutin, terlibat dalam
kegiatan yang merangsang pikiran, dan melakukan diet sehat. Saat ini tidak ada
perawatan yang dapat menghentikan perkembangan penyakit Alzheimer, tetapi Anda
(penderita) dapat mengambil tindakan cepat untuk mengurangi risiko penyakit
tersebut.
Ya, itulah Alzheimer,
gangguan pada saraf otak sehingga mengakibatkan kesulitan dalam mengingat dan
berpikir. Kenali gejalanya dan segeralah ambil tindakan cepat untuk megurangi
risiko penyakit tersebut.
0 komentar:
Posting Komentar