Kamis, 09 Agustus 2012

Share cikiiiit...

Mau sedikit share foto-foto gw sama temen kerja pas lagi jalan-jalan ke dufan
check it out

                                 Mampir bentar di ancol

                                      

                                              

                                 Sebelum masuk dufan


                                 Hyzteriaaa..




Curhat aaahhhh

Sekarang gw lagi menjalani liburan semester selama 2 bulan.
Satu bulan pertama gw habiskan cuma dengan tidur, bangun, makan, nonton tv, makan, ol, tidur lagi. Sungguh tidak produksi. Lalu gw mulai berfikir untuk kerja. dengan kerja gw ngerasa jadi manusia yang lebih produktif. Alhasil gw nanya ke kakak sepupu gw, ada kerjaan ngga di kantor dia. Puji Tuhan mereka lagi membutuhkan karyawan untuk ditempatkan di Gatsu(Gatot Subroto). Untuk ditempatkan di Gatsu, gw sempet berfikir ribuan kali karena letaknya yang jauh dari rumah. Tapi kakak gw emang jago buat ngebujuk. Dia ngebujuk gw dengan berbagai cara agar gw mau bantuin dia di Gatsu. Hasil bujukan kakak dan sindiran nyokap berhasil mempengaruhi gw. Yaudah dengan sangat terpaksa(saat itu) mulai bulan Juli gw jadi karyawan magang.
Btw,, gw belum cerita ya gw kerja di kantor apa?
Kaka gw itu kerja di travel tepatnya Jakarta Travelindo. Gw udah pernah kerja di sana selama beberapa bulan pas gw lulus SMA. saat itu gw kaga dapat universitas negeri dan gw kaga mau untuk kuliah di swasta. gw ngotot sama bokap buat coba tahun depannya dan untuk mengisis hari-hari selama satu tahun gw nyoba-nyoba kerja di travel.
Jadi pas gw magang, gw kaga canggung karena gw dah pernah ngerasin gimana kerja di travel.
Selama dua minggu awal gw kerja di Gatsu cuma duduk-duduk doang, bengong, ngga ngapa-ngapain karena komputer cuma satu dan itupun masih pakai modem bukan speedy. Jadi tahu sendirilah gimana lemotnya tuh komputer. Biar ada kerjaan di sana, gw ampe bawa laptop. Di pikir bisa membantu dalam penjualan, yang ada tuh laptop gw pakai buat nonton Running Man seharian. Niatnya kerja biar lebih produktif eh ternyata sama aja. caaacaaat emang daaah
hahahahahha
ehhh,,
ngga lama komputer satu2nya di kantor Gatsu rusak. Jadi untuk sementara kantor di tutup dan gw pindah kerja di kantor pusat (Pondok Kelapa). Gw si asik-asik aja,, secara deket rumah jadi kakak gw kaga perlu repot-repot antar-jemput gw. Gw juga lebih nyaman kerja di Pondok Kelapa soalnya di kantor ini lebih banyak karyawannya jadi kaga ngebosenin dan yang lebih penting di kantor pusat gw bisa jualan tiket.
asiik dah..
Soalnya kalau kita jual tiket nanti bisa dapat bonus di akhir bulan. makanya gw lebih seneng kerja di Pondok Kelapa daripada di Gatsu.hehehehe

Dan ga terasa masa kerja gw dah mau selesai. Dua minggu lagi gw dah kembali ke rutinitas awal gw yaitu menjalani hari-hari sebagai mahasiswa.
Semangat
^_^



Rabu, 13 Juni 2012

Artikel Opini


Anarkisme Atas Dasar Agama
Oleh Sara Agustriana

Akhir-akhir ini masalah tindakan kekerasan di Indonesia menjadi masalah bangsa yang cukup mengkhawatirkan. Seolah-olah semua persoalan bisa diselesaikan dengan jalan kekerasan, sedikit-sedikit main pukul, main hakim sendiri, kroyokan dan tindakan “sok jagoan” lainnya.
Bahkan kekerasan berlatar agama pun terjadi di negeri yang pluralisme ini. Hal ini menunjukkan bahwa tindakan kekerasan merupakan sesuatu yang wajar dilakukan di Indonesia.

Menurut Wignyosoebroto pengertian kekerasan adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau sejumlah orang yang berposisi kuat (atau yang tengah merasa kuat) terhadap seseorang atau sejumlah orang yang berposisi lebih lemah (atau yang tengah dipandang berada dalam keadaan lebih lemah).

Anarkisme atas dasar agama
Baru-baru ini kekerasan yang mengatasnamakan agama dan suku genjar terjadi di Indonesia. Ormas-ormas yang merasa diri mereka paling benar melakukan aksi main hakim sendiri. Akibatnya masyarakat banyak mengeluhkan ormas keagamaan yang brutal dalam menegakkan keyakinannya. Aksi anarkis salah satu ormas yaitu FPI (Forum Pembela Islam)  yang akhir-akhir ini menjadi sorotan publik yaitu penentangan terhadap kedatangan Lady Gaga. Mereka tidak akan tinggal diam jika konser tetap diadakan. Ormas tersebut menolak konser Lady Gaga karena syair lagunya, penampilannya yang seronok dan dinilai membawa aliran setan. Mereka menilai Lady Gaga tidak sesuai dengan norma agama mereka. Tetapi jika kita telaah, apakah penyanyi-penyanyi dangdut Indonesia menggunakan pakaian yang tidak seronok saat manggung? Dan apakah mungkin, jika kita menonton konser Lady Gaga yang hanya satu hari mampu membuat kita bertindak seperti setan?

Aksi anarkis lainnya yang dilakukan ormas-ormas yang mengatasnamakan agama yaitu pembubaran secara paksa diskusi buku yang dilakukan oleh Irshad Manji di Salihara. Aksi anarkis mereka mengakibatkan kerusakan fasilitas yang terdapat di gedung Salihara. Tidak hanya itu, mereka juga menyerang dan melukai sejumlah anggota diskusi. Alasan mereka berunjuk rasa yang berakibat tindakan anarkis yaitu karena mereka menilai buku Allah, Liberty and Love yang ditulis oleh Irsyad Manji berisi pengajaran tentang percintaan antarsesama jenis kelamin.

Jika diingat-ingat lagi, banyak sekali aksi anarkis lainnya yang dilakukan ormas-ormas tersebut. Penyerangan  jamaah Ahmadiyah di cikeusik,  massa FPI memukul Aktivis Perdamaian SEJUK (Serikat Jurnalis Untuk Keberagaman) di HKBP Filadelfia Bekasi, puluhan anggota ormas Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) mengeroyok seniman Yogyakarta, Bramantyo Prijosusilo. Padahal saat itu Bramantyo hendak menggelar pertunjukkan seni sebagai bentuk keprihatinan terhadap radikalisme, anarkisme, intimidasi dan kekerasan atas dasar agama. Dan masih banyak aksi anarkis lainnya.Polda Metro Jaya mencatat, dalam 1,5 tahun terakhir paling tidak ada 12 kasus kekerasan atau perusakan yang melibatkan anggota atau simpatisan ormas FPI, PBR dan PP.

Dari begitu banyaknya aksi kekerasan yang mengatasnamakan agama atau suku menimbulkan kesan pembiaran oleh pemerintah. Pemerintah seolah-olah takut dan nurut kepada ormas-ormas tersebut. Polisi yang seharusnya mengamankan aksi anarkis, tetapi malah seolah-olah menyetujui aksi pembubaran atau penyerangan tersebut. Pemerintah dinilai lemah terhadap kelompok tersebut.

Memotong tindakan anarkis
Tindakan anarkis yang terjadi di negeri ini dapat dipotong sampai keakar-akarnya. Ada cara lain selain tindakan anarkis untuk menyelesaikan suatu masalah. Masalah tempat ibadah, masalah cikeusik, masalah Irshad Manji dan Lady Gaga dapat diselesaikan dengan jalur diskusi. Jalur dikusi dapat membuka pikiran-pikiran kita sehingga penyelesaiaan bisa didapatkan tanpa merugikan siapa pun. Penyelesaiaan dengan cara baik-baik akan terlihat lebih indah daripada dengan tindakan anarkis. Apapun alasannya, segala bentuk tindak kekerasan dan anarkisme yang dilakukan kelompok masyarakat tertentu, tidak bisa dibenarkan. Tidak ada satupun agama yang mengajarkan adanya kekerasan terhadap kelompok yang lain. Negara tidak boleh kalah dalam menghadapi aksi-aksi anarkisme. Untuk pemerintah sendiri juga harus bersikap tegas dan tidak boleh ragu dalam menghadapi pelaku anarkis. Dan sebaiknya perdamaian harus terus digalangkan agar kekerasan bukan lagi sesuatu yang wajar di negeri ini.

Informasi Mengenai Tajuk Rencana, Karikatur dan Pojok


PEMAHAMAN TENTANG TAJUK RENCANA, KARIKATUR DAN POJOK

TAJUK RENCANA

Tajuk Rencana adalah artikel pokok dalam surat kabar yang merupakan pandangan redaksi terhadap peristiwa atau masalah yang sedang hangat di tengah-tengah masyarakat atau yang sedang menjadi pembicaraan pada surat kabar itu diterbitkan. Karena Tajuk Rencana merupakan pandangan surat kabar, maka dalam Tajuk Rencana didasarkan pada kebijakan surat kabar yang bersangkutan. Kebijakan surat kabar ada yang pro pemerintah dan ada pula yang independen. Oleh karena itu, topik yang dikomentari maupun cara pandang Tajuk Rencana bisa sama, bisa berbeda dan bisa pula bertentangan antara satu surat kabar dengan surat kabar yang lain. Surat kabar yang kebijakannya pro pemerintah, dalam Tajuk Rencananya akan mendukung kebijakan pemerintah sedangkan surat kabar independen, dalam Tajuk Rencananya akan mengkritik kebijakan pemerintah sekaligus mengajukan argumen. 

Dalam Tajuk Rencana biasanya diungkapkan adanya informasi atau masalah aktual, penegasan pentingnya masalah, opini redaksi tentang masalah tersebut, kritik dan saran atas permasalahan dan harapan redaksi akan peran serta pembaca. Pernyataan fakta dan opini ini biasanya diutarakan secara singkat, logis, menarik ditinjau dari segi penulisan dengan tujuan untuk mempengaruhi pendapat atau menerjemahkan berita yang menonjol agar pembaca menjadi menyimak seberapa penting berita tersebut.

Tidak sembarangan orang bisa menulis Tajuk Rencana. Kewenangan penulisan tajuk ada pada pemimpin redaksi walaupun kadangkala didelegasikan kepada wakil pemimpin redaksi atau salah seorang wartawan senior. Kualitas tajuk amat dijaga karena citra sebuah media tercemin di sini. Itulah sebabnya penulisannya adalah dia yang mempuyai pandangan luas, mengetahui dengan pasti apa permasalahan yang sedang ditulisnya serta memiliki kemampuan berpikir analitis dan ktitis.

Ada 4 fungsi Tajuk Rencana, yaitu:
  1. Menjelaskan berita : Fungsi Tajuk Rencana ini adalah menjelaskan berita, artinya dan akibatnya pada masyarakat. Surat kabar yang pro pemerintah dapat memilih fungsi Tajuk Rencana yang pertama.
  2. Mengisi latar belakang : Tajuk Rencana juga mengisi latar belakang dari kaitan berita tersebut dengan kenyataan social dan faktor yang mempengaruhi dengan lebih menyeluruh. 
  3. Meramalkan masa depan : Dalam Tajuk Rencana terkadang juga ada ramalan atau analisis kondisi yang berfungsi untuk mempersiapkan masyarakat akan kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi.
  4. Meneruskan suatu penilaian moral : Tajuk Rencana akan berisi penilaian kritis terhadap masalah atau berita yang disorot atau dikomentari.
           Ciri-ciri Tajuk Rencana adalah:
  •  Berisi opini redaksi tentang peristiwa yang sedang hangat dibicarakan
  • Berisi ulasan tentang suatu masalah yang dimuat
  • Biasanya berskala nasional, berita internasional dapat menjadi Tajuk Rencana apabila berita tersebut member dampak kepada nasional
  • Tertuang pikiran subyektif redaksi



KARIKATUR

            Peran Karikatur sangat penting karena merupakan bentuk opini yang mencerminkan sikap Koran yang bersangkutan. Media utama karikatur bukan bahasa melainkan gambar. Tepatnya, gambar kartun yang memiripkan subjeknya dengan gaya satiris atau menyindir dan mengolok-olok. Karikatur juga biasa disebut kartun-editorial, untuk membedakannya dengan kartun yang tidak dimuat di halaman editorial atau halaman opini dalam surat kabar. Karikatur dan kartun pada dasarnya sama, yaitu gambar yang sama-sama memiripkan subjeknya dengan satiris atau mnyindir, tetapi kartun biasanya terdiri dari beberapa gambar dan bercerita. Kartun-editorial merupakan kolom gambar sindiran yang mengandung sebuah kritikan atau mengomentari berita dan isu yang sedang ramai dibahas di masyarakat dan dimuat di sebuah koran di rubrik opini.

            Karikatur selalu digambarkan untuk menimbulkan kelucuan walaupun kadangkala agak sinis. Karikatur dapat juga digunakan untuk menonjolkan watak orang yang digambarkannya. Golongan yang sering menjadi objek karikatur adalah orang-orang terkenal seperti politisi dan artis. 

            Selain dari segi tempat pemuatannya, karikatur dan kartun dapat dibedakan dengan cara
  1. Karikatur menekankan unsure kritik atau protes social sedangkan kartun lebih ke pencerminan ciri kemanusiaan pada umumnya secara karikatural. 
  2. Pembuat karikatur disebut karikaturis sedangakn pembuat kartun disebut kartunis.
  3. Karikaturis biasanya anggota redaksi surat kabar bersangkutan sedangkan kartunis bisa bukan orang-dalam surat kabar.
Kendati demikian, tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah antara karikatur dengan kartun. Dua-duanya memainkan perannya masing-masing.
                       


POJOK

Pojok adalah bagian dari sejarah Indonesia. Ia merupakan rubrik khas yang hanya terdapat di surat kabar Indonesia. Pojok pertama kali muncul di surat kabar Kaoem Moeda tahun 1913 dengan nama Iseng-Iseng. Tetapi, meski namanya Iseng-Iseng dan penulisnya menggunakan nama samaran Keok, rubrik ini menjadi andalan surat kabar Kaoem Moeda dan rubrik ini ditiru berbagai surat kabar dan majalah lainnya dengan banyak nama: Pojok, Sudut, Jamblang Kocok dan lain-lain. Namun yang popular hingga hari ini adalah Pojok.

Rubrik Pojok diasuh oleh orang-orang tak sembarangan. Di majalah mingguan Panjebar Semangat (yang didirikan antara lain oleh dr. Soetomo), Pojok diasuh oleh pemimpin redaksinya Imam Soepardi. Begitupun di surat kabar Tempo (organ Partai Indonesia Raya atau Parindra pimpinan dr Soetomo) Pojok diasuh pemimpin redaksinya, yaitu Winarno Hendronoto dengan nama samaran Mas Cloboth.Winarno pernah menjadi pemimpin redaksi koran Asia Raya di zaman Jepang, serta pemimpin redaksi sekaligus penjaga rubrik Pojok surat kabar Merdeka saat koran ini baru terbit di tahun 1945 setelah Indonesia merdeka.

Melihat katerkaitan surat-surat kabar serta majalah yang dijadikan contoh di atas dengan organisasi atau partai politik di masa lalu, serta tokoh-tokoh yang mengasuh rubrik Pojok media-media, tidak pelak lagi Pojok berperan penting dalam pers Indonesia terutama surat kabar. Rubrik ini merupakan pencerminan sikap redaksi surat kabar bersangkutan. 

Disebut Pojok karena diletakkan di pojok sebuah halaman. Posisi Pojok berada dalam satu halaman dengan tajuk rencana, rubrik opini dan surat pembaca. Pojok pada umumnya terdiri dari dua kalimat singkat, yakni satu kalimat berita satunya lagi kalimat tanggapan atau sentilan. Namanya saja kalimat sentilan, tentu kalimat tersebut sifatnya menyentil berbagai kebijakan, perilaku tokoh dan sebagainya. Sentilan itu bisa jadi sedikit membuat malu tokoh yang merasa disentil. Dibutuhkan kreativitas yang tinggi untuk berhasil menemukan sebuah kalimat yang nyentil di samping untuk melihat apa yang mau disentil.


Soft News



Mengajar, Cara Melunasi Salah Satu Janji Kemerdekaan

D’Jago Data – Depok, Salah satu bunyi janji kemerdekaan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa.  Janji kemerdekaan adalah janji masyarakat Indonesia. Janji itu hingga kini belum bisa diwujudkan secara sempurna. Kita sebagai penggenyam pendidikan dapat memenuhi salah satu janji kemerdekaan tersebut dengan membagikan ilmu yang sudah kita miliki kepada mereka yang membutuhkan ilmu tersebut.

 Ada sebagian masyarakat Indonesia yang terlunasi janji kemerdekaan-nya. Dengan pendidikan yang mereka raih, mereka dapat mencapai kehidupan yang lebih baik untuk dirinya dan keluarganya. Tetapi, tidak sedikit saudara kita yang masih menunggu lunasnya janji itu. Mereka belum mendapat pendidikan yang layak serta kehidupan ekonomi dan sosialnya belum terangkat.

Kita meyakini bahwa pendidikan adalah satu gerakan bangsa dan bukan semata tugas pemerintah. Bagi mereka yang sudah terlunasi janji kemerdekaan-nya yaitu mereka yang sudah merasakan dan  mendapatkan manfaat dari pendidikan seharusnya mau membagikan ilmu yang mereka dapat kepada mereka yang masih menunggu lunasnya janji itu. Sepatutnya kita menjadi bagian dari pelunasan janji tersebut.

Contoh lembaga yang menjadi bagian dalam melunasi janji tersebut adalah Indonesia Mengajar. Indonesia Mengajar menempatkan sarjana-sarjana terbaik di pelosok negeri. Kehadiran mereka adalah untuk mengajar, mendidik, menginspirasi dan menjadi jembatan bagi masyarakat desa-desa terpencil dengan pusat-pusat kemajuan. Para pengajar muda (guru-guru tersebut) harus bekerja di sekolah dasar di tiap-tiap pelosok negeri dan tinggal di rumah penduduk bersama keluarga baru mereka.

Jika hal tersebut terlalu sulit untuk dilakukan, tetapi ingin menjadi bagian dari pelunas janji, kita bisa mencobanya dengan hal yang lebih sederhana. Kita bisa menggikuti kegiatan mengajar dalam cangkupan yang lebih kecil. Salah satu contoh nyatanya adalah Ansos. Ansos (Anjangsana Sosial) adalah salah satu UKM (Unit Kegiatan Sosial) di salah satu Perguruan Tinggi di Depok. Kegiatan Ansos lebih perpusat pada belajar mengajar. 

            Ada banyak suka dan duka menjadi pengajar. “Sukanya anak-anak di sana pintar-pintar walaupun bandel saya tetap senang mengajar di sana. Sedangkan dukanya adalah jika ada murid yang bandel dan tidak mau belajar. Cara saya untuk mengatasi anak tersebut adalah dengan memberikan waktu sebentar untuk anak itu bermain setelah itu belajar lagi,” cerita Lina, salah satu pengajar Ansos.

“Untuk terlibat dalam kegiatan sosial ada banyak hal yang harus dikorbankan. Waktu dan tenaga adalah hal yang harus dikorbankan,” ujar Niken, pengajar Ansos. Meskipun banyak hal yang dikorbakan ia tetap ingin terlibat dalam kegiatan ini karena sebagai anak muda ia ingin menggunakan waktunya untuk sesuatu yang bermanfaat.

Kegiatan Ansos murni kegiatan sosial. Tidak ada satu pun pengajar yang memperoleh gaji. Status mereka masih mahasiswa, waktu serta tenaga terkuras dan tidak memperoleh gaji/upah, tetapi mereka tetap melakukan kegiatan mengajar tersebut dengan sukarela. Menurut Lina, ia tetap terlibat dalam kegiatan ini karena ia sangat mencintai anak-anak dan menyukai kegiatan mengajar. Selama kita mampu kenapa tidak kita gunakan waktu kita untuk hal yang positif. (SA)







 

Selasa, 12 Juni 2012

Berita Langsung


Menjadikan Indonesia Pusat Mode Dunia


D'JAGO DATA ­— Jakarta, Taruna K Kusmayadi, Ketua APPMI serta senior adviser IFW (Indonesia Fashion Week) menyatakan,”Tahun 2020 Indonesia menjadi salah satu negara mode di Asia dan tahun 2025 Indonesia menjadi salah satu pusat mode dunia.

Perhelatan akbar Indonesia Fashion Week (IFW) diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC) selama empat hari penuh mulai tanggal 23 Februari sampai dengan tanggal 26 Februari 2012. Indonesia Fashion Week tidak hanya menampilkan 200 desainer kenamaan tetapi juga melibatkan 370 brand ternama. Desainer ternama. Musa Widiatmodjo mengatakan bahwa perhelatan IFW ini merupakans sebuah mimpi yang menjadi realita karena mimpi ini sudah mulai timbul sejak dua puluh tahun yang lalu.

Indonesia Fashion Week tidak hanya dihadiri oleh insane fashion. Taufik Ruki, mantan ketua KPK pun juga menghadiri acara tersebut. “Ini hal yang sangat positif untuk mengembangkan garmen di Indonesia yang sempat jadi primadona tahun 70-an. Ini perlu kita tingkatkan” ,Harap Taufik Ruki.
            
          Meningkatkan fashion Indonesia untuk kedepannya, Taruna K Kusmayadi, Ketua APPMI serta senior adviser IFW (Indonesia Fashion Week) menyatakan, ”Tahun 2020 Indonesia menjadi salah satu negara mode di Asia dan tahun 2025 Indonesia menjadi salah satu pusat mode dunia.” Indonesia Fashion Week salah satu upaya yang dilakukan untuk memenuhi target tersebut dan juga nantinya di tahun ke tiga dan ke lima, IFW akan mengundang media internasional, desainer internasional dan pembeli internasional.

Agar fashion Indonesia bisa diterima di pasar internasional, Taruna menyarankan agar kita harus mengadaptasi trend atau kecenderungan mode dari laur negeri ke Indonesia. Taruna sangat optimis kalau fashion Indonesia bisa nembus di pasar Internasional.

Indonesia Fashion Week 2012