check it out
Kamis, 09 Agustus 2012
Share cikiiiit...
Mau sedikit share foto-foto gw sama temen kerja pas lagi jalan-jalan ke dufan
check it out
check it out
Curhat aaahhhh
Sekarang gw lagi menjalani liburan semester selama 2 bulan.
Satu bulan pertama gw habiskan cuma dengan tidur, bangun, makan, nonton tv, makan, ol, tidur lagi. Sungguh tidak produksi. Lalu gw mulai berfikir untuk kerja. dengan kerja gw ngerasa jadi manusia yang lebih produktif. Alhasil gw nanya ke kakak sepupu gw, ada kerjaan ngga di kantor dia. Puji Tuhan mereka lagi membutuhkan karyawan untuk ditempatkan di Gatsu(Gatot Subroto). Untuk ditempatkan di Gatsu, gw sempet berfikir ribuan kali karena letaknya yang jauh dari rumah. Tapi kakak gw emang jago buat ngebujuk. Dia ngebujuk gw dengan berbagai cara agar gw mau bantuin dia di Gatsu. Hasil bujukan kakak dan sindiran nyokap berhasil mempengaruhi gw. Yaudah dengan sangat terpaksa(saat itu) mulai bulan Juli gw jadi karyawan magang.
Btw,, gw belum cerita ya gw kerja di kantor apa?
Kaka gw itu kerja di travel tepatnya Jakarta Travelindo. Gw udah pernah kerja di sana selama beberapa bulan pas gw lulus SMA. saat itu gw kaga dapat universitas negeri dan gw kaga mau untuk kuliah di swasta. gw ngotot sama bokap buat coba tahun depannya dan untuk mengisis hari-hari selama satu tahun gw nyoba-nyoba kerja di travel.
Jadi pas gw magang, gw kaga canggung karena gw dah pernah ngerasin gimana kerja di travel.
Selama dua minggu awal gw kerja di Gatsu cuma duduk-duduk doang, bengong, ngga ngapa-ngapain karena komputer cuma satu dan itupun masih pakai modem bukan speedy. Jadi tahu sendirilah gimana lemotnya tuh komputer. Biar ada kerjaan di sana, gw ampe bawa laptop. Di pikir bisa membantu dalam penjualan, yang ada tuh laptop gw pakai buat nonton Running Man seharian. Niatnya kerja biar lebih produktif eh ternyata sama aja. caaacaaat emang daaah
hahahahahha
ehhh,,
ngga lama komputer satu2nya di kantor Gatsu rusak. Jadi untuk sementara kantor di tutup dan gw pindah kerja di kantor pusat (Pondok Kelapa). Gw si asik-asik aja,, secara deket rumah jadi kakak gw kaga perlu repot-repot antar-jemput gw. Gw juga lebih nyaman kerja di Pondok Kelapa soalnya di kantor ini lebih banyak karyawannya jadi kaga ngebosenin dan yang lebih penting di kantor pusat gw bisa jualan tiket.
asiik dah..
Soalnya kalau kita jual tiket nanti bisa dapat bonus di akhir bulan. makanya gw lebih seneng kerja di Pondok Kelapa daripada di Gatsu.hehehehe
Dan ga terasa masa kerja gw dah mau selesai. Dua minggu lagi gw dah kembali ke rutinitas awal gw yaitu menjalani hari-hari sebagai mahasiswa.
Semangat
^_^
Satu bulan pertama gw habiskan cuma dengan tidur, bangun, makan, nonton tv, makan, ol, tidur lagi. Sungguh tidak produksi. Lalu gw mulai berfikir untuk kerja. dengan kerja gw ngerasa jadi manusia yang lebih produktif. Alhasil gw nanya ke kakak sepupu gw, ada kerjaan ngga di kantor dia. Puji Tuhan mereka lagi membutuhkan karyawan untuk ditempatkan di Gatsu(Gatot Subroto). Untuk ditempatkan di Gatsu, gw sempet berfikir ribuan kali karena letaknya yang jauh dari rumah. Tapi kakak gw emang jago buat ngebujuk. Dia ngebujuk gw dengan berbagai cara agar gw mau bantuin dia di Gatsu. Hasil bujukan kakak dan sindiran nyokap berhasil mempengaruhi gw. Yaudah dengan sangat terpaksa(saat itu) mulai bulan Juli gw jadi karyawan magang.
Btw,, gw belum cerita ya gw kerja di kantor apa?
Kaka gw itu kerja di travel tepatnya Jakarta Travelindo. Gw udah pernah kerja di sana selama beberapa bulan pas gw lulus SMA. saat itu gw kaga dapat universitas negeri dan gw kaga mau untuk kuliah di swasta. gw ngotot sama bokap buat coba tahun depannya dan untuk mengisis hari-hari selama satu tahun gw nyoba-nyoba kerja di travel.
Jadi pas gw magang, gw kaga canggung karena gw dah pernah ngerasin gimana kerja di travel.
Selama dua minggu awal gw kerja di Gatsu cuma duduk-duduk doang, bengong, ngga ngapa-ngapain karena komputer cuma satu dan itupun masih pakai modem bukan speedy. Jadi tahu sendirilah gimana lemotnya tuh komputer. Biar ada kerjaan di sana, gw ampe bawa laptop. Di pikir bisa membantu dalam penjualan, yang ada tuh laptop gw pakai buat nonton Running Man seharian. Niatnya kerja biar lebih produktif eh ternyata sama aja. caaacaaat emang daaah
hahahahahha
ehhh,,
ngga lama komputer satu2nya di kantor Gatsu rusak. Jadi untuk sementara kantor di tutup dan gw pindah kerja di kantor pusat (Pondok Kelapa). Gw si asik-asik aja,, secara deket rumah jadi kakak gw kaga perlu repot-repot antar-jemput gw. Gw juga lebih nyaman kerja di Pondok Kelapa soalnya di kantor ini lebih banyak karyawannya jadi kaga ngebosenin dan yang lebih penting di kantor pusat gw bisa jualan tiket.
asiik dah..
Soalnya kalau kita jual tiket nanti bisa dapat bonus di akhir bulan. makanya gw lebih seneng kerja di Pondok Kelapa daripada di Gatsu.hehehehe
Dan ga terasa masa kerja gw dah mau selesai. Dua minggu lagi gw dah kembali ke rutinitas awal gw yaitu menjalani hari-hari sebagai mahasiswa.
Semangat
^_^
Rabu, 13 Juni 2012
Artikel Opini
Anarkisme
Atas Dasar Agama
Oleh
Sara Agustriana
Akhir-akhir ini masalah tindakan
kekerasan di Indonesia menjadi masalah bangsa yang cukup mengkhawatirkan.
Seolah-olah semua persoalan bisa diselesaikan dengan jalan kekerasan,
sedikit-sedikit main pukul, main hakim sendiri, kroyokan dan tindakan “sok
jagoan” lainnya.
Bahkan kekerasan berlatar agama pun
terjadi di negeri yang pluralisme ini. Hal ini menunjukkan bahwa tindakan
kekerasan merupakan sesuatu yang wajar dilakukan di Indonesia.
Menurut Wignyosoebroto pengertian
kekerasan adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau sejumlah
orang yang berposisi kuat (atau yang tengah merasa kuat) terhadap seseorang atau
sejumlah orang yang berposisi lebih lemah (atau yang tengah dipandang berada
dalam keadaan lebih lemah).
Anarkisme
atas dasar agama
Baru-baru ini kekerasan yang
mengatasnamakan agama dan suku genjar terjadi di Indonesia. Ormas-ormas yang
merasa diri mereka paling benar melakukan aksi main hakim sendiri. Akibatnya masyarakat
banyak mengeluhkan ormas keagamaan yang brutal dalam menegakkan keyakinannya.
Aksi anarkis salah satu ormas yaitu FPI (Forum Pembela Islam) yang akhir-akhir ini menjadi sorotan publik
yaitu penentangan terhadap kedatangan Lady Gaga. Mereka tidak akan tinggal diam
jika konser tetap diadakan. Ormas tersebut menolak konser Lady Gaga karena
syair lagunya, penampilannya yang seronok dan dinilai membawa aliran setan.
Mereka menilai Lady Gaga tidak sesuai dengan norma agama mereka. Tetapi jika
kita telaah, apakah penyanyi-penyanyi dangdut Indonesia menggunakan pakaian
yang tidak seronok saat manggung? Dan apakah mungkin, jika kita menonton konser
Lady Gaga yang hanya satu hari mampu membuat kita bertindak seperti setan?
Aksi anarkis lainnya yang dilakukan
ormas-ormas yang mengatasnamakan agama yaitu pembubaran secara paksa diskusi
buku yang dilakukan oleh Irshad Manji di Salihara. Aksi anarkis mereka
mengakibatkan kerusakan fasilitas yang terdapat di gedung Salihara. Tidak hanya
itu, mereka juga menyerang dan melukai sejumlah anggota diskusi. Alasan mereka
berunjuk rasa yang berakibat tindakan anarkis yaitu karena mereka menilai buku Allah, Liberty and Love yang ditulis
oleh Irsyad Manji berisi pengajaran tentang percintaan antarsesama jenis
kelamin.
Jika diingat-ingat lagi, banyak sekali
aksi anarkis lainnya yang dilakukan ormas-ormas tersebut. Penyerangan jamaah Ahmadiyah di cikeusik, massa FPI memukul Aktivis Perdamaian SEJUK
(Serikat Jurnalis Untuk Keberagaman) di HKBP Filadelfia Bekasi, puluhan anggota
ormas Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) mengeroyok seniman Yogyakarta,
Bramantyo Prijosusilo. Padahal saat itu Bramantyo hendak menggelar pertunjukkan
seni sebagai bentuk keprihatinan terhadap radikalisme, anarkisme, intimidasi
dan kekerasan atas dasar agama. Dan masih banyak aksi anarkis lainnya.Polda
Metro Jaya mencatat, dalam 1,5 tahun terakhir paling tidak ada 12 kasus
kekerasan atau perusakan yang melibatkan anggota atau simpatisan ormas FPI, PBR
dan PP.
Dari begitu banyaknya aksi kekerasan
yang mengatasnamakan agama atau suku menimbulkan kesan pembiaran oleh
pemerintah. Pemerintah seolah-olah takut dan nurut kepada ormas-ormas tersebut.
Polisi yang seharusnya mengamankan aksi anarkis, tetapi malah seolah-olah
menyetujui aksi pembubaran atau penyerangan tersebut. Pemerintah dinilai lemah
terhadap kelompok tersebut.
Memotong
tindakan anarkis
Tindakan anarkis yang terjadi di negeri ini
dapat dipotong sampai keakar-akarnya. Ada cara lain selain tindakan anarkis
untuk menyelesaikan suatu masalah. Masalah tempat ibadah, masalah cikeusik,
masalah Irshad Manji dan Lady Gaga dapat diselesaikan dengan jalur diskusi.
Jalur dikusi dapat membuka pikiran-pikiran kita sehingga penyelesaiaan bisa
didapatkan tanpa merugikan siapa pun. Penyelesaiaan dengan cara baik-baik akan
terlihat lebih indah daripada dengan tindakan anarkis. Apapun alasannya, segala
bentuk tindak kekerasan dan anarkisme yang dilakukan kelompok masyarakat
tertentu, tidak bisa dibenarkan. Tidak ada satupun agama yang mengajarkan
adanya kekerasan terhadap kelompok yang lain. Negara tidak boleh kalah dalam
menghadapi aksi-aksi anarkisme. Untuk pemerintah sendiri juga harus bersikap
tegas dan tidak boleh ragu dalam menghadapi pelaku anarkis. Dan sebaiknya
perdamaian harus terus digalangkan agar kekerasan bukan lagi sesuatu yang wajar
di negeri ini.
Informasi Mengenai Tajuk Rencana, Karikatur dan Pojok
PEMAHAMAN
TENTANG TAJUK RENCANA, KARIKATUR DAN POJOK
TAJUK RENCANA
Tajuk Rencana adalah artikel pokok
dalam surat kabar yang merupakan pandangan redaksi terhadap peristiwa atau masalah
yang sedang hangat di tengah-tengah masyarakat atau yang sedang menjadi
pembicaraan pada surat kabar itu diterbitkan. Karena Tajuk Rencana merupakan
pandangan surat kabar, maka dalam Tajuk Rencana didasarkan pada kebijakan surat
kabar yang bersangkutan. Kebijakan surat kabar ada yang pro pemerintah dan ada
pula yang independen. Oleh karena itu, topik yang dikomentari maupun cara
pandang Tajuk Rencana bisa sama, bisa berbeda dan bisa pula bertentangan antara
satu surat kabar dengan surat kabar yang lain. Surat kabar yang kebijakannya
pro pemerintah, dalam Tajuk Rencananya akan mendukung kebijakan pemerintah
sedangkan surat kabar independen, dalam Tajuk Rencananya akan mengkritik
kebijakan pemerintah sekaligus mengajukan argumen.
Dalam Tajuk Rencana biasanya
diungkapkan adanya informasi atau masalah aktual, penegasan pentingnya masalah,
opini redaksi tentang masalah tersebut, kritik dan saran atas permasalahan dan
harapan redaksi akan peran serta pembaca. Pernyataan fakta dan opini ini
biasanya diutarakan secara singkat, logis, menarik ditinjau dari segi penulisan
dengan tujuan untuk mempengaruhi pendapat atau menerjemahkan berita yang
menonjol agar pembaca menjadi menyimak seberapa penting berita tersebut.
Tidak sembarangan orang bisa
menulis Tajuk Rencana. Kewenangan penulisan tajuk ada pada pemimpin redaksi
walaupun kadangkala didelegasikan kepada wakil pemimpin redaksi atau salah
seorang wartawan senior. Kualitas tajuk amat dijaga karena citra sebuah media
tercemin di sini. Itulah sebabnya penulisannya adalah dia yang mempuyai
pandangan luas, mengetahui dengan pasti apa permasalahan yang sedang ditulisnya
serta memiliki kemampuan berpikir analitis dan ktitis.
Ada 4 fungsi Tajuk Rencana, yaitu:
- Menjelaskan berita : Fungsi Tajuk Rencana ini adalah menjelaskan berita, artinya dan akibatnya pada masyarakat. Surat kabar yang pro pemerintah dapat memilih fungsi Tajuk Rencana yang pertama.
- Mengisi latar belakang : Tajuk Rencana juga mengisi latar belakang dari kaitan berita tersebut dengan kenyataan social dan faktor yang mempengaruhi dengan lebih menyeluruh.
- Meramalkan masa depan : Dalam Tajuk Rencana terkadang juga ada ramalan atau analisis kondisi yang berfungsi untuk mempersiapkan masyarakat akan kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi.
- Meneruskan suatu penilaian moral : Tajuk Rencana akan berisi penilaian kritis terhadap masalah atau berita yang disorot atau dikomentari.
Ciri-ciri Tajuk
Rencana adalah:
- Berisi opini redaksi tentang peristiwa yang sedang hangat dibicarakan
- Berisi ulasan tentang suatu masalah yang dimuat
- Biasanya berskala nasional, berita internasional dapat menjadi Tajuk Rencana apabila berita tersebut member dampak kepada nasional
- Tertuang pikiran subyektif redaksi
KARIKATUR
Peran
Karikatur sangat penting karena merupakan bentuk opini yang mencerminkan sikap
Koran yang bersangkutan. Media utama karikatur bukan bahasa melainkan gambar.
Tepatnya, gambar kartun yang memiripkan subjeknya dengan gaya satiris atau
menyindir dan mengolok-olok. Karikatur juga biasa disebut kartun-editorial,
untuk membedakannya dengan kartun yang tidak dimuat di halaman editorial atau
halaman opini dalam surat kabar. Karikatur dan kartun pada dasarnya sama, yaitu
gambar yang sama-sama memiripkan subjeknya dengan satiris atau mnyindir, tetapi
kartun biasanya terdiri dari beberapa gambar dan bercerita. Kartun-editorial
merupakan kolom gambar sindiran yang mengandung sebuah kritikan atau
mengomentari berita dan isu yang sedang ramai dibahas di masyarakat dan dimuat
di sebuah koran di rubrik opini.
Karikatur
selalu digambarkan untuk menimbulkan kelucuan walaupun kadangkala agak sinis.
Karikatur dapat juga digunakan untuk menonjolkan watak orang yang
digambarkannya. Golongan yang sering menjadi objek karikatur adalah orang-orang
terkenal seperti politisi dan artis.
Selain
dari segi tempat pemuatannya, karikatur dan kartun dapat dibedakan dengan cara
- Karikatur menekankan unsure kritik atau protes social sedangkan kartun lebih ke pencerminan ciri kemanusiaan pada umumnya secara karikatural.
- Pembuat karikatur disebut karikaturis sedangakn pembuat kartun disebut kartunis.
- Karikaturis biasanya anggota redaksi surat kabar bersangkutan sedangkan kartunis bisa bukan orang-dalam surat kabar.
Kendati demikian, tidak ada yang lebih tinggi atau
lebih rendah antara karikatur dengan kartun. Dua-duanya memainkan perannya
masing-masing.
POJOK
Pojok adalah bagian dari sejarah
Indonesia. Ia merupakan rubrik khas yang hanya terdapat di surat kabar
Indonesia. Pojok pertama kali muncul di surat kabar Kaoem Moeda tahun 1913 dengan nama Iseng-Iseng. Tetapi, meski namanya Iseng-Iseng dan penulisnya menggunakan nama samaran Keok, rubrik ini menjadi andalan surat
kabar Kaoem Moeda dan rubrik ini
ditiru berbagai surat kabar dan majalah lainnya dengan banyak nama: Pojok, Sudut, Jamblang Kocok dan
lain-lain. Namun yang popular hingga hari ini adalah Pojok.
Rubrik Pojok diasuh oleh
orang-orang tak sembarangan. Di majalah mingguan Panjebar Semangat (yang didirikan antara lain oleh dr. Soetomo),
Pojok diasuh oleh pemimpin redaksinya Imam Soepardi. Begitupun di surat kabar Tempo (organ Partai Indonesia Raya atau
Parindra pimpinan dr Soetomo) Pojok diasuh pemimpin redaksinya, yaitu Winarno
Hendronoto dengan nama samaran Mas
Cloboth.Winarno pernah menjadi pemimpin redaksi koran Asia Raya di zaman Jepang, serta pemimpin redaksi sekaligus penjaga
rubrik Pojok surat kabar Merdeka saat
koran ini baru terbit di tahun 1945 setelah Indonesia merdeka.
Melihat katerkaitan surat-surat
kabar serta majalah yang dijadikan contoh di atas dengan organisasi atau partai
politik di masa lalu, serta tokoh-tokoh yang mengasuh rubrik Pojok media-media,
tidak pelak lagi Pojok berperan penting dalam pers Indonesia terutama surat
kabar. Rubrik ini merupakan pencerminan sikap redaksi surat kabar bersangkutan.
Disebut Pojok karena diletakkan di
pojok sebuah halaman. Posisi Pojok berada dalam satu halaman dengan tajuk
rencana, rubrik opini dan surat pembaca. Pojok pada umumnya terdiri dari dua
kalimat singkat, yakni satu kalimat berita satunya lagi kalimat tanggapan atau
sentilan. Namanya saja kalimat sentilan, tentu kalimat tersebut sifatnya
menyentil berbagai kebijakan, perilaku tokoh dan sebagainya. Sentilan itu bisa
jadi sedikit membuat malu tokoh yang merasa disentil. Dibutuhkan kreativitas
yang tinggi untuk berhasil menemukan sebuah kalimat yang nyentil di samping
untuk melihat apa yang mau disentil.
Soft News
Mengajar,
Cara Melunasi Salah Satu Janji Kemerdekaan
D’Jago Data – Depok, Salah satu bunyi
janji kemerdekaan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Janji kemerdekaan adalah janji masyarakat
Indonesia. Janji itu hingga kini belum bisa diwujudkan secara sempurna. Kita
sebagai penggenyam pendidikan dapat memenuhi salah satu janji kemerdekaan
tersebut dengan membagikan ilmu yang sudah kita miliki kepada mereka yang
membutuhkan ilmu tersebut.
Ada sebagian masyarakat
Indonesia yang terlunasi janji kemerdekaan-nya. Dengan pendidikan yang mereka
raih, mereka dapat mencapai kehidupan yang lebih baik untuk dirinya dan
keluarganya. Tetapi, tidak sedikit saudara kita yang masih menunggu lunasnya
janji itu. Mereka belum mendapat pendidikan yang layak serta kehidupan ekonomi
dan sosialnya belum terangkat.
Kita meyakini bahwa
pendidikan adalah satu gerakan bangsa dan bukan semata tugas pemerintah. Bagi
mereka yang sudah terlunasi janji kemerdekaan-nya yaitu mereka yang sudah
merasakan dan mendapatkan manfaat dari
pendidikan seharusnya mau membagikan ilmu yang mereka dapat kepada mereka yang
masih menunggu lunasnya janji itu. Sepatutnya kita menjadi bagian dari
pelunasan janji tersebut.
Contoh lembaga yang
menjadi bagian dalam melunasi janji tersebut adalah Indonesia Mengajar.
Indonesia Mengajar menempatkan sarjana-sarjana terbaik di pelosok negeri.
Kehadiran mereka adalah untuk mengajar, mendidik, menginspirasi dan menjadi
jembatan bagi masyarakat desa-desa terpencil dengan pusat-pusat kemajuan. Para
pengajar muda (guru-guru tersebut) harus bekerja di sekolah dasar di tiap-tiap
pelosok negeri dan tinggal di rumah penduduk bersama keluarga baru mereka.
Jika hal tersebut
terlalu sulit untuk dilakukan, tetapi ingin menjadi bagian dari pelunas janji,
kita bisa mencobanya dengan hal yang lebih sederhana. Kita bisa menggikuti
kegiatan mengajar dalam cangkupan yang lebih kecil. Salah satu contoh nyatanya
adalah Ansos. Ansos (Anjangsana Sosial) adalah salah satu UKM (Unit Kegiatan
Sosial) di salah satu Perguruan Tinggi di Depok. Kegiatan Ansos lebih perpusat
pada belajar mengajar.
Ada banyak suka dan
duka menjadi pengajar. “Sukanya anak-anak di sana pintar-pintar walaupun bandel
saya tetap senang mengajar di sana. Sedangkan dukanya adalah jika ada murid
yang bandel dan tidak mau belajar. Cara saya untuk mengatasi anak tersebut adalah dengan memberikan waktu sebentar
untuk anak itu bermain setelah itu belajar lagi,” cerita Lina, salah satu
pengajar Ansos.
“Untuk
terlibat dalam kegiatan sosial ada banyak hal yang harus dikorbankan. Waktu dan
tenaga adalah hal yang harus dikorbankan,” ujar Niken, pengajar Ansos. Meskipun
banyak hal yang dikorbakan ia tetap ingin terlibat dalam kegiatan ini karena
sebagai anak muda ia ingin menggunakan waktunya untuk sesuatu yang bermanfaat.
Kegiatan
Ansos murni kegiatan sosial. Tidak ada satu pun pengajar yang memperoleh gaji. Status
mereka masih mahasiswa, waktu serta tenaga terkuras dan tidak memperoleh gaji/upah,
tetapi mereka tetap melakukan kegiatan mengajar tersebut dengan sukarela.
Menurut Lina, ia tetap terlibat dalam kegiatan ini karena ia sangat mencintai
anak-anak dan menyukai kegiatan mengajar. Selama kita mampu kenapa tidak kita
gunakan waktu kita untuk hal yang positif. (SA)
Selasa, 12 Juni 2012
Berita Langsung
Menjadikan
Indonesia Pusat Mode Dunia
D'JAGO DATA — Jakarta, Taruna K Kusmayadi, Ketua
APPMI serta senior adviser IFW (Indonesia Fashion Week) menyatakan,”Tahun 2020
Indonesia menjadi salah satu negara mode di Asia dan tahun 2025 Indonesia
menjadi salah satu pusat mode dunia.
Perhelatan akbar Indonesia Fashion
Week (IFW) diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC) selama empat hari
penuh mulai tanggal 23 Februari sampai dengan tanggal 26 Februari 2012. Indonesia
Fashion Week tidak hanya menampilkan 200 desainer kenamaan tetapi juga
melibatkan 370 brand ternama. Desainer ternama. Musa Widiatmodjo mengatakan
bahwa perhelatan IFW ini merupakans sebuah mimpi yang menjadi realita karena
mimpi ini sudah mulai timbul sejak dua puluh tahun yang lalu.
Indonesia
Fashion Week tidak hanya dihadiri oleh insane fashion. Taufik Ruki, mantan
ketua KPK pun juga menghadiri acara tersebut. “Ini hal yang sangat positif
untuk mengembangkan garmen di Indonesia yang sempat jadi primadona tahun 70-an.
Ini perlu kita tingkatkan” ,Harap Taufik Ruki.
Meningkatkan fashion Indonesia untuk
kedepannya, Taruna K Kusmayadi, Ketua APPMI serta senior adviser IFW (Indonesia
Fashion Week) menyatakan, ”Tahun 2020 Indonesia menjadi salah satu negara mode
di Asia dan tahun 2025 Indonesia menjadi salah satu pusat mode dunia.” Indonesia
Fashion Week salah satu upaya yang dilakukan untuk memenuhi target tersebut dan
juga nantinya di tahun ke tiga dan ke lima, IFW akan mengundang media internasional,
desainer internasional dan pembeli internasional.
Agar
fashion Indonesia bisa diterima di pasar internasional, Taruna menyarankan agar
kita harus mengadaptasi trend atau kecenderungan mode dari laur negeri ke
Indonesia. Taruna sangat optimis kalau fashion Indonesia bisa nembus di pasar
Internasional.
![]() |
| Indonesia Fashion Week 2012 |
