Selasa, 12 Juni 2012

Berita Follow Up


Kain Motif Timur Tengah Selatan


D'JAGO DATA– Jakarta, Brand-brand yang terdapat di IFW tidak hanya diisi oleh busana modern, tetapi juga terdapat busana tradisional salah satunya adalah kain motif Timur Tengah Selatan. Kain ini berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Perhelatan Indonesia Fashion Week yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC) mulai tanggal 23 Februari—26 Februari 2012 melibatkan 370 brand ternama. Menurut Taruna K Kusmayadi, Ketua APPMI serta senior adviser IFW mengatakan bahwa brand-brand yang terdapat di Indonesia Fashion Week adalah brand-brand hasil seleksi karena ia menginginkan sebuah event yang berkarakter. Brand-brand yang terdapat di IFW tidak hanya diisi oleh busana modern, tetapi juga terdapat busana tradisional salah satunya adalah kain motif Timur Tengah Selatan. Kain ini berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Motif tenunan yang dipakai akan dikenal atau sebagai ciri khas dari suku atau pulau orang itu berasal. Ibu Apriani Dekori, penenun kain motif Timur Tengah Selatan mengatakan, “Kain ikat itu terdiri dari beberapa jenis. Tiap daerah mempuyai ciri khas pada motifnya, tetapi yang ada di sini adalah kain dari beberapa desa yang sudah dikumpulkan dengan motif dari Timur Tengah Selatan.”
            
Untuk mempertahankan kain ikat motif Timur Tengah Selatan, Ibu Antonia Soleh menjelaskan bahwa adat orang timur, anak usia lima belas tahun harus sudah tahu cara menenun sebagai nona-nona. Setelah mengetahui cara menenun barulah mereka menikah lalu kalau sudah menikah dan mempuyai anak, mereka harus mengajarkan kepada anak-anak mereka supaya tradisi ini tidak hilang. Ini merupakan seni kerajinan tangan turun-temurun.
            
kain ikat motif Timur Tengah Selatan
Dalam perkembangannya, kerajinan tenun merupakan salah satu sumber pendapatan masyarakat Nusa Tenggara Timur terutama masyarakat di pedesaan. “Dari keterampilan ini dapat membantu penghasilan rumah tanggah kami untuk membiayai anak-anak sekolah," tambah Ibu Antonia Soleh.

0 komentar: