Kain
Motif Timur Tengah Selatan
D'JAGO DATA– Jakarta, Brand-brand yang terdapat di
IFW tidak hanya diisi oleh busana modern, tetapi juga terdapat busana
tradisional salah satunya adalah kain motif Timur Tengah Selatan. Kain ini
berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Perhelatan Indonesia Fashion Week
yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC) mulai tanggal 23
Februari—26 Februari 2012 melibatkan 370 brand ternama. Menurut Taruna K
Kusmayadi, Ketua APPMI serta senior adviser IFW mengatakan bahwa brand-brand
yang terdapat di Indonesia Fashion Week adalah brand-brand hasil seleksi karena
ia menginginkan sebuah event yang berkarakter. Brand-brand yang terdapat di IFW
tidak hanya diisi oleh busana modern, tetapi juga terdapat busana tradisional salah
satunya adalah kain motif Timur Tengah Selatan. Kain ini berasal
dari Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Motif tenunan yang dipakai akan
dikenal atau sebagai ciri khas dari suku atau pulau orang itu berasal. Ibu
Apriani Dekori, penenun kain motif Timur Tengah Selatan mengatakan, “Kain ikat
itu terdiri dari beberapa jenis. Tiap daerah mempuyai ciri khas pada motifnya,
tetapi yang ada di sini adalah kain dari beberapa desa yang sudah dikumpulkan
dengan motif dari Timur Tengah Selatan.”
Untuk mempertahankan kain ikat motif
Timur Tengah Selatan, Ibu Antonia Soleh menjelaskan bahwa adat orang timur,
anak usia lima belas tahun harus sudah tahu cara menenun sebagai nona-nona.
Setelah mengetahui cara menenun barulah mereka menikah lalu kalau sudah menikah
dan mempuyai anak, mereka harus mengajarkan kepada anak-anak mereka supaya tradisi
ini tidak hilang. Ini merupakan seni kerajinan tangan turun-temurun.
| kain ikat motif Timur Tengah Selatan |
Dalam perkembangannya, kerajinan
tenun merupakan salah satu sumber pendapatan masyarakat Nusa Tenggara Timur
terutama masyarakat di pedesaan. “Dari keterampilan ini dapat membantu
penghasilan rumah tanggah kami untuk membiayai anak-anak sekolah," tambah Ibu Antonia Soleh.
0 komentar:
Posting Komentar